Level Up!

Pernah gak sih, saat lagi struggling menghadapi suatu cobaan, kalian teringat kalo dulu sebelumnya juga pernah tertimpa cobaan yang sekiranya setipe, tapi saat ini, si cobaan dahulu itu, kita anggap masih lebih mudah?

Contohnya, dulu waktu kuliah, kayaknya deg-deg-an banget nyiapin presentasi buat seminar TA. Padahal yah, yang dateng temen-temen yang udah dikenal juga, TA-nya yang udah dikerjain dalam waktu setahun juga, tapi waktu itu smerasa seperti ‘diz iz my biggest presentation evahh!’. Tapi setelah itu muncullah sidang, yang tentunya lebih besar lagi, dan predikat ‘my biggest presentation evah’ mulai berpindah tempat. Lalu saat mulai kerja, ada saatnya ‘terpaksa’ (as a form of survival in the company, yes) untuk mengambil tantangan nyobain suatu software baru sekaligus nyiapin sales presentation-nya, terus harus presentasi di depan orang-orang yang bahkan mungkin baru dikenal saat itu juga.

Lalu mulai berpikir, betapa dulu waktu kuliah, masih belum ada apa-apa-nya.

Kemudian sekarang, nyiapin presentasi, in english, buat disampaikan ke orang asing, yang ada di negeri asing juga, dengan topik yang sebenernya belum terlalu familiar, tapi itu lagi gress banget pengembangannya.

Lalu jadi tersadar, bahwa yang dilakukan di kerjaan, sebenernya masih belum ada apa-apanya juga.

Maka selamat, tandanya sedang level up! Maksudnya cobaan yang diterima sekarang, sudah lebih berat dari sebelumnya. Artinya, despite all the stresses and anxieties, diri ini sesungguhnya sedang berjalan ke arah yang lebih baik. Ke level yang lebih tinggi.

Mungkin gak kelihatan, karena selama ini melihatnya ke atas terus.

Dan di suatu malam yang dingin dan penuh distraksi ini, memutuskan untuk menoleh sebentar ke bawah, dan mendokumentasikannya pada blog samfah ini.

Alhamdulillah, reaksinya masih ‘alhamdulillah’ saat menoleh ke bawah.

Semoga bisa level up terus ya. Amiin.