Pernikahan / Marriage / けっこん

Ehm. Akhirnya ada pembahasan beginian juga di blog ini.

Sebagai wanita single jelang 25 tahun (uhuk-udah-tua-uhuk), tentunya topik ini menjadi pikiran di otak saya tiap hari. Gak tau deh kalau lelaki gimana. Yaaah sudah lulus kuliah, punya pekerjaan tetap, selanjutnya apa lagi sih tuntutan dari lingkungan sosial? Yha pasti menikah. Tentunya hal ini bakalan jadi pertanyaan bulan-bulanan yang mencapai puncaknya pada waktu Lebaran. Ah, tapi saya gak mau membahas itu sih, gak akan ada habisnya. Di post ini saya akan membahas: Apa sih, sebenernya pernikahan itu di mata saya?

Pernikahan / Marriage / けっこん

Kenapa ditulis tiga bahasa? Karena saya harap tiga bahasa ini akan menjadi native tongue saya nanti (walaupun bahasa tentunya sudah). Wait but why–ada deh, tunggu nanti. Nearly out-of-topic–oke lanjut ajah kalo pun masih ada yang baca ini post–buat saya, apa sih pernikahan itu?

Marriage is a tricky bastard.

Whoa, slow down, gurl! It’s what you’ve must been saying after reading above quoted sentence. Tapi emang bener deh. Coba dipikir urutan tiga pertanyaan keontji dari sodara-sodara Anda waktu Lebaran; kapan lulus, kapan dapat kerja, kapan nikah. Nah. Nikah ini adalah suatu tahap yang sangat tricky, penuh ketidakpastian, terlalu banyak variabel di dalam tahap ini. Kenapa?

Continue reading “Pernikahan / Marriage / けっこん”

Advertisements