Wasabi; the strangest eatable thing I’ve ever eaten.

Dari dulu saya penasaran banget sama rasa wasabi. Mulai penasaran banget waktu SMA, nonton suatu film di TV (lupa judulnya apa), ceritanya tentang seorang polisi dari Perancis yang pergi ke Jepang karena ternyata dia harus ngurusin warisan mantan pacarnya orang Jepang yang udah meninggal dan ternyata diam-diam membesarkan anaknya.

Intinya si polisi itu harus nemuin anaknya yang udah gede itu di Jepang dan blablabla bukan itu yang mau saya bahas. Si polisi itu pergi ke restoran Jepang, nemu saus warna ijo, terus dia makan dan ternyata dia suka. Katanya namanya wasabi. Si polisi itu terus makanin wasabi, jadi kayak cemilan gitu. Saya kabita. Malah jadi berkhayal, eh apa beneran enak ya? atau kayak apa ya rasanya? kok warnanya ijo-ijo gitu.

Secuil wasabi.

Selanjutnya saya nonton film Cars 2. Si Mater pergi ke pesta di Jepang dan makanin wasabi kebanyakan terus kepedesan. Saya makin penasaran sama rasa wasabi. Sepedes apa sih? Sepedes cabe ijo gak ya? pikir saya begitu.

Hingga akhirnya rasa penasaran saya terpenuhi tadi malam. Saya pergi ke salah satu restoran Jepang… dan ada wasabi. YAY! Saya excited dalam hati. Tapi saya harus menghabiskan ramennya dulu. Saat menghabiskan ramen, saya blabbering ke sobat saya kalo saya bakal makan sushi yang dia pesen pake wasabi. Terus kata sobat saya itu, wasabi itu gak enak, aneh. Tapi saya keukeuh mau makan wasabi. Setelah ramen saya habis, saya membuka tutup cup yang berisi wasabi dengan jumawa…

“Baunya aneh!”

Sobat saya ketawa. Tuh kan, katanya.

Tapi hal ini tidak mengurungkan niat saya untuk terus mencoba. Saya mencuil wasabi dan meletakannya di piring yang sudah berisi sushi. Berniat langsung mencuil si sushi dengan wasabi. Ah, paling rasanya kayak mustard, dalam pikiran saya. Lalu sobat saya bilang, dicoel dulu aja atuh, cobain. Lalu saya mencoel seupil wasabi dan…

“SERIUS HAL BEGINIAN BUAT DIMAKAN?!”

Oke, lebay sih, suara saya gak se-capslock saat bilang begitu.

Selanjutnya saya bersyukur gak langsung mencoel sushinya dengan wasabi. Kalo langsung dicoel… Entah apa yang terjadi pada sushi yang malang itu.

“Rasanya.. ajaib. Kayak makan sesuatu yang gak untuk dimakan. Kayak anak kecil makan kamper, gitu.”

Walhasil waktu di restoran tersebut pun dihabiskan dengan mengobrol hal random (seperti biasanya) dan sesekali saya mencium-cium si wasabi lagi. Jujur saya heran kenapa entitas seperti wasabi ini legal untuk dimakan. Beneran. Rasanya berbahaya, seperti rasa H2SO4 di laboratorium (apaan padahal belum pernah nyobain juga). Terus apa beneran ada orang yang suka wasabi? Atau balik lagi ke paragraf awal.. Apa beneran polisi Perancis di film itu suka wasabi?! Saya gak yakin. Jangan-jangan yang dia cemil selama film itu adalah krim coklat rasa alpukat. Nggak, mungkin krim alpukat. Nggak, mungkin krim rasa melon–apapun lah yang pastinya bukan beneran wasabi! Dan kalau ternyata dugaan saya bener… berarti saya udah ketipu sama film itu? Ketipu selama bertahun-tahun? Ouch.

Oh wasabi… Bertahun-tahun aku penasaran dengan dirimu, tapi ternyata dirimu mengecewakanku seperti ini. Bahkan kamu telah menipuku. Kamu bahkan mungkin gak beneran dimakan sama si Polisi Perancis itu. Kamu juga gak beneran dimakan sama si Mater di Cars 2.

Oh wasabi… Rasamu sungguh ajaib. Saking ajaibnya aku bahkan menobatkan kamu sebagai ‘makanan yang sebenarnya rasanya kayak bukan makanan’. Aku bahkan sekarang mengklaim bahwa orang yang suka kamu berarti bakalan suka makan sabun atau kamper. Yap. Lainkali suruh orang Jepang makan kamper, mungkin mereka suka.

Nilai moral dari cerita ini: jangan mudah terobsesi dengan apa yang hanya baru kamu lihat. Belum tentu ternyata sesuatu itu baik bagimu.

(Notes: saking anehnya rasa wasabi saya sampe berpikir kalo si wasabi ini terbuat dari bahan-bahan kimia sintetik. Setelah gugling, ternyata…

Tanaman Wasabi lagi diparut

…dari tanaman beneran! Sweet Holy Mother of Nature…)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s