Wasabi; the strangest eatable thing I’ve ever eaten.

Dari dulu saya penasaran banget sama rasa wasabi. Mulai penasaran banget waktu SMA, nonton suatu film di TV (lupa judulnya apa), ceritanya tentang seorang polisi dari Perancis yang pergi ke Jepang karena ternyata dia harus ngurusin warisan mantan pacarnya orang Jepang yang udah meninggal dan ternyata diam-diam membesarkan anaknya.

Intinya si polisi itu harus nemuin anaknya yang udah gede itu di Jepang dan blablabla bukan itu yang mau saya bahas. Si polisi itu pergi ke restoran Jepang, nemu saus warna ijo, terus dia makan dan ternyata dia suka. Katanya namanya wasabi. Si polisi itu terus makanin wasabi, jadi kayak cemilan gitu. Saya kabita. Malah jadi berkhayal, eh apa beneran enak ya? atau kayak apa ya rasanya? kok warnanya ijo-ijo gitu.

Secuil wasabi.

Selanjutnya saya nonton film Cars 2. Si Mater pergi ke pesta di Jepang dan makanin wasabi kebanyakan terus kepedesan. Saya makin penasaran sama rasa wasabi. Sepedes apa sih? Sepedes cabe ijo gak ya? pikir saya begitu. Continue reading “Wasabi; the strangest eatable thing I’ve ever eaten.”