Engineering dan Tauhid

Saya mulai sadar (sebenernya dosen sih yang ngasih tahu), kalo ada kemiripan pada solusi dari berbagai fenomena alam. Yang pernah (atau sedang) dipelajari sama bidang saya ya cuma 3, yaitu fluida, struktur, dan listrik-listrikan gitu.

Miripnya kayak gimana? Errr… Saya juga kurang ngerti sih soalnya matematik masih level keroco. Jadi seinget dan sengertinya aja ya. Di fluida itu ada 3 persamaan paten yang harus diselesaikan secara simultan (kalo gak pake asumsi) buat dapetin properti fluidanya, yaitu persamaan kontinuitas (kekekalan massa),  momentum,  sama energi. Navier-Stokes yang nemuin katanya. Nah, terus kata dosen mekanika fluida saya itu, kalo persamaan ini hampir mirip sama persamaan dalam ilmu listrik-listrikan. Ada sesuatu hubungannya dengan orang yang bernama Laplace (kurang tahu soalnya jurusan saya gak terlalu concern di listrik-listrikan gitu). Yah pokoknya begitulah, ada kemiripan.

Selanjutnya beberapa hari yang lalu, dosennya dosen mengajar sebagai dosen tamu. Soal struktur gitu. Katanya ada 3 persamaan paten juga untuk menyelesaikan persamaan struktur. Ada force-force relationship, force-deflection relationship, deflection-deflection relationship. Kalo bisa menyelesaikan 3 persamaan tersebut secara simultan baru bisa didapat berapa gaya dalam yang dialami struktur sama seberapa defleksi yang dialami. Hampir mirip sama yang di fluida.

Lalu apa hubungannya dengan tauhid?

Terus saya jadi mikir… Bagaimana kalau ternyata semesta ini dirancang dengan suatu pola yang sama? Atau… dengan satu inti ‘rumus’ yang sama? Kalau begitu, berarti semesta ini berpusat pada satu sumber, satu pencipta, yang Maha Esa. Karena kalau semesta ini punya lebih dari satu pencipta, gak akan ditemukan kemiripan seperti pada contoh yang saya dapatkan ini. Ya gimana nggak, kan ‘orang’nya beda. Atau kalau pencipta itu punya anak dan anaknya juga ikut dituhankan alias ikut menciptakan semesta ini, berarti akan ada pola yang berbeda juga. Pokoknya begitulah.

Sebagai seorang muslim, tentunya saya mempelajari ilmu tauhid; bahwa tidak ada yang lain yang menciptakan semesta ini selain Allah Subhaanahuwata’ala. Dan dengan bangga, alhamdulillah, saya bisa beriman lebih dalam dengan logika, dengan sains, yang selama ini katanya malah menjauhkan manusia dari Sang Pencipta, percaya hukum evolusi, blah blah blah. Dengan bangga saya mengatakan bahwa ternyata ilmu engineering yang saya pelajari di kampus membawa saya lebih dekat kepada Allah Subhanahuwata’ala 🙂

“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS Al Jaatsiyah ayat 13).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s