Nozzle Booster!

Nozzle itu suatu alat yang geometrinya direkayasa agar bisa mempercepat aliran. Untuk alat-alat terbang (halah) alias aircraft dan spacecraft, nozzle sangat berguna sekali untuk mempercepat aliran yang keluar dari mesin. Tujuannya? Ya untuk memperbesar gaya dorong dongs.

Nah. Jadi saya di kampus ikutan sekte.. aduh kok gak enak ya, hemm, kelompok roket yang menamai diri HMR-RAISE. Tentu aja kegiatan kelompok ini bikin roket. Roket kan termasuk aircraft (atau spacecraft? Ya tergantung roketnya nembus bumi atau nggak sih), makanya dikasih nozzle juga diujung motor (penggerak)nya. Dan kelompok yang saya ikuti ini juga bikin nozzle loh! Bikinnya gak asal-asalan, pake hitungan yang dipelajari di kuliah. Bukan saya sih yang bikin, tapi senior saya yang dua tahun di atas saya. Saya kan masih fruit kids (anak buah).

Ini foto nozzlenya yang sekarang nongki di meja keci di kamar:

"Engineered by HMR-RAISE"

Kenapa nozzle booster? Kenapa gak nozzle chibi? Waduh. Ya karena nozzle ini berfungsi sebagai booster, bukan sebagai chibi. (you don’t say?!)

Booster itu sifatnya BOOOST lalu udahan aja. Nah loh bingung? Maksudnya, booster menjadikan tekanan di ruang bakar tinggi sehingga pembakaran bahan bakar roket berlangsung cepat sekali (di booster ini 0.6 sekon) dan menghasilkan gaya dorong besar sekali. Itu loh, kayak di roket pembawa space shuttle. Untuk mengangkat si space shuttle yang beratnya naudjubileh ini pastinya butuh gaya dorong yang sangat besar, akan tetapi jika sudah di udara juga tidak ingin membawa beban yang berat-berat. Makanya dipasanglah booster, agar si space shuttle bisa dengan cepat terangkat. Setelah space shuttle terangkat hingga ketinggian tertentu, si booster ini akan melepaskan diri dan terjun ke bumi dengan damai. Sehingga space shuttle gak perlu bawa si booster yang udah abis bahan bakarnya ini berat-berat ke luar angkasa. Yap. Habis manis sepah dibuang, begitulah nasip sang booster.

Lalu bagaimana nasip space shuttle tanpa booster? Apakah dia akan merasa kehilangan? Sedih? Galau? Hemm entahlah. Tapi yang pasti posisi booster akan segera tergantikan dengan sustainer. Dari kata aja udah ‘sustain’, yang artinya mempertahankah. Yap. Sustainer gaya dorongnya gak butuh gede-gede amat, waktunya diusahakan agak lama, tujuannya hanyalah satu: agar si space shuttle bisa stabil terbang ke atas hingga menembus lapisan bumi.

Roket yang kelompok roket saya buat sih gak sampai ruang angkasa (karena tak ada yang mendanai, hiks), sampai 2 kilometer pun sudah ingin tumpengan. Tapi apa salahnya bereksperimen untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari dalam kuliah? Kan katanya engineer…

Ya begitulah ya. Keren kan ya ini? Keren kan? Keren pisan dong yah. Ah, pokoknya saya cinta HMR-RAISE! Yeah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s