Kumang Motif Hello Kitty dan Angry Bird

Masih inget soal kumang? Itu lho, binatang imut yang ada cangkangnya dan suka dijual di SD. Anak kecil suka main kumang, mungkin karena kecil dan kayak mainan. Saya sendiri suka main kumang dan dulu pernah nangis waktu kumang jumbo yang dibeliin oleh teteh saya mati. Hiks.

Kumang memang makluk hidup, mungkin ada sebagian orang yang kontra melihat kumang dijadiin mainan anak-anak kecil karena ini melanggar etika perkumangan (naon!). Ah, tapi beginilah dunia. Mungkin hidup kumang akan lebih berwarna dan penuh tantangan jika dijadikan mainan anak-anak kecil ketimbang dia hidup lari kicik-kicik di pantai. Dan mungkin juga hidup para kumang ini akan lebih berpahala karena telah membantu Mamang-Mamang Penjual Kumang untuk menghidupi keluarganya.

Tapi ternyata eh ternyata, jaman sudah makin berubah. Selain definisi boyband seperti Westlife yang sudah bertransformasi seperti halnya Sm*sh, ternyata motif kumang pun ikutan berubah. Dulu, saya tau motif kumang itu cuma ada satu jenis: corak item-putih-atau-lainnya. Ya pokoknya corak-corakan gitu, bawaan alami dari si kumang. Nah sekarang? Ada yang baru loh! Wah, apa? Nih, lihat aja foto di bawah ini:

"Direndem sama air asin biar gak mati, " begitu kata adik saya mengutip perkataan sepupu saya berdasarkan informasi dari Sang Mamang Penjual Kumang.

Coraknya Hello Kitty dan Angry Birds! Waaoow! Zuper! Gahul sekali! Fantastico!

Sepupu saya yang masih kelas 1 SD membelinya di Taman Lalu Lintas, hari Sabtu kemarin. Gila. Tentu saja tersedia motif lain selain Angry Bird dan Hello Kitty. Coba aja kita tebak. Mungkin Naruto ada? Ben10? Upin? Ipin? Atau malah nanti ada motif kumang Morgan Sm*sh? Atau motif Wenda Chibi untuk mengenang kepergiannya dari CherryBelle? Siapa tahu.

Saya, sebagai pemudi bersahaja namun kurang gahul, tentu sangat shock ketika melihat ‘sesuatu berkepala Angry Bird yang sedang dimainkan oleh sepupu saya’ ini adalah seekor kumang. Masalahnya, sampai tadi siang, saya masih menganggap bahwa di dunia ini kumang motifnya masih corak belang-belang bawaan alami dari si kumang. Tapi ternyata? Saya terlalu naif. Mamang Penjual Kumang terlalu kreatif.

Saya sendiri tak akan banyak komentar soal hal ini. Saya hanya berharap proses pemotifan cangkang kumang oleh para Mamang Penjual Kumang tidak melanggar etika perkumangan. Semoga hidup Mamang Penjual Kumang dan para kumang tetap bersimbiosis mutualisme meskipun dengan adanya praktek pemotifan cangkang kumang ini. Semoga seluruh anak kecil di Indonesia bisa lebih bahagia dengan adanya praktek pemotifan cangkang kumang ini. Semoga para orangtua tidak keberatan dengan adanya kenaikan harga kumang disebabkan adanya praktek pemotifan cangkang kumang ini. Amiin yaa robbal’aalamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s